29

Jaga Lisan & Pendengaran

Sahabat tasQ, Sebelum sampai di surga akhirat (in syâ Allah),sebenarnya kita sudah bisa mengusahakan hadirnya surga sejak di dunia, yaitu dengan mencontoh karakter para penghuni surga.

Salah satunya adalah dengan menjauhkan kata-kata kasar, sia-sia, jorok, dan semisalnya di tengah keluarga kita. Pada saat bersamaan, kita bisa membudayakan kata-kata yang penuh kebaikan.

Maka, di antara ciri dari rumahku surgaku adalah: tiada dusta dan perkataan sia-sia, kotor, kasar lagi penuh cela.

Hal ini sesuai dengan gambaran Al-Quran tentang surga, “Di dalamnya (di surga) mereka tidak mendengar perkataan sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta.” (QS An-Naba’, 78:35)

WhatsApp Image 2020-06-29 at 09.14.36

Mengalah Ketika Marah

Sahabat RSQ, Konflik atau pertengkaran di rumahtangga terjadi karena salah satu pihak tidak mau mengalah atau melakukan kebalikan dari apa yang dilakukan pasangannya. Padahal, andai saja salah satu pihak (entah suami atau istri) melakukan hal tersebut, ada banyak masalah rumahtangga yang terselesaikan.

Sebagai contoh:

Suami marah, istri ikut marah. Marah bertemu marah akhirnya bertengkar. Padahal, kalau suami marah, lalu istri diam dan tetap tenang, maka pertengkaran akan dapat dicegah.

Istri cemberut, suami malah ikut bersungut-sungut, suasana rumah pun menjadi angker. Padahal, kalau istri cemberut, lalu suami tersenyum dan mau mendengarkan isi hati sang istri, ketegangan pun pasti akan mencair.

Namun, hal semacam ini tidak mudah bagi yang tidak biasa melakukannya. Perlu perjuangan, latihan dan tentu saja kesabaran.

WhatsApp Image 2020-06-28 at 06.43.33

Jodohmu Cerimanmu

Jangan sibukkan diri untuk mencari pasangan ideal. Namun, sibukkan diri untuk menjadi sosok ideal sesuai kemampuan diri untuk melakukannya. Jika ikhtiar dan doanya sudah optimal, Allah Ta’ala pasti akan menghadirkan pasangan terbaik untuk dunia akhiratmu.

Sesungguhnya, kualitas jodohmu tidak akan jauh dari kualitas dirimu. Jodohmu adalah cerminan dirimu.

Ingatlah janji Allah Ta’ala dalam Al-Quran, “… wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS An-Nûr, 24:26)

WhatsApp Image 2020-06-27 at 05.11.58

Ujian Sebagai Penghapus Dosa

Sahabat RSQ, ujian setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang diuji dengan pasangannya. Ada yang diuji dengan anaknya, orangtua, mertua, atau lainnya. Namun yang jelas, tidaklah Allah Ta’ala menurunkan ujian kecuali ada kebaikan di dalamnya.

Maka, ketika kita diuji dengan pasangan yang masih jauh dari ideal, yakinlah bahwa itu adalah yang terbaik dari Allah. Bagaimana bisa? Sebab, Allah Ta’ala berkehendak menjadikan kita sebagai orang kita bisa membuatnya lebih baik.

Jika Allah saja mempercayai kita, mengapa kita harus ragu atau bahkan menyia-nyiakan amanah tersebut? Inilah ladang pahala dan jalan menuju surga yang telah Allah tetapkan untuk kita.

WhatsApp Image 2020-06-26 at 06.54.07

Menikah Bagian Dari Ibadah

Sahabat RSQ,
Dalam Islam nikah adalah ibadah yang pahalanya sangat luar biasa. Maka, merugilah orang yang tidak mau menikah atau menunda-nunda nikah padahal dia mampu untuk menjalaninya.

Ingatlah, nikah adalah setengah dari agama. Dengan nikah, kita telah menjalankan salah satu sunnah agung Rasulullah saw. Dengan nikah yang tadinya haram dilakukan menjadi halal bahkan berpahala.

Dengan nikah terjalin hubungan persaudaraan, bukan hanya antara sepasang laki-laki dan perempuan, tetapi juga terhubungnya dua keluarga besar. Dengan menikah ada banyak amal ibadah yang bisa tertunaikan dengan sempurna. Dengan menikah, hati menjadi tenang, lapang, dan gembira. Dengan menikah, rezeki kita diluaskan.

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’, 34:39)

26

Menjaga Shalat Rawatib

Sahabat tasQ, Tidak setiap dari kita punya rumah yang luas, nyaman, dan megah. Bahkan, untuk sekadar mengontrak pun sudah susah. Tapi jangan bersedih. Tidak punya rumah bukan kehinaan dan keburukan. Itu lebih berupa ujian.

Namun jangan khawatir, ada kabar baik yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Allah Ta’ala menjanjikan istana nan megah (lagi kekal) di surga bagi siapapun yang berani membayar maharnya. Artinya, kalau di dunia rumah kita biasa-biasa saja, atau malah tidak punya rumah, kita masih berpeluang untuk mendapatkannya di surga.

Salah satu syaratnya adalah kita istiqamah dalam menjaga shalat Rawatib 12 rakaat. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw.

Dari Ummu Habibah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak dua belas rakaat, maka karena sebab amalan tersebut, dia akan dibangun sebuah rumah di surga.” (HR Muslim)

Beliau pun bersabda, “Siapa merutinkan shalat sunnah (Rawatib) dua belas rakaat dalam sehari, niscaya Allah akan membangunkan baginya rumah di surga. Kedua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i dari ‘Aisyah ra.)

25

Memuliakan Tetangga

Sahabat TasQ, Ingin tahu kualitas akhlak seorang manusia? Lihatlah penilaian tetangga dekatnya kepada dia. Biasanya, tetangga adalah orang yang paling sering berinteraksi dengannya dan paling tahu kesehariannya.
Maka, orang beriman tidak mungkin abai terhadap tetangganya. Dia akan sangat perhatian kepada mereka, mudah menolong, ramah, dan menjaga lisan serta tangannya dari perbuatan yang menyakiti.

Bagaimana tidak, dia paham bahwa berbuat baik kepada tetangga adalah bagian dari keimanan.
Sesungguhnya, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia memuliakan tetangganya.” (HR Al-Bukhari)