Tips Menjaga Keutuhan Rumahtangga

Sahabat RSQ,

Di dalam kehidupan rumahtangga, ketenangan di dalamnya tidak namakan tuma’nimah, akan tetapi disebut dengan istilah sakinah. Allah Ta’ala seakan ingin memberikan gambaran bahwa saat seseorang memasuki kehidupan rumahtangga, dia bagaikan masuk ke dalam bahtera yang berlayar di tengah lautan yang berombak besar.

Tentu saja, hadirnya ombak dan badai permasalahan tidak didesain untuk mengandaskan bahtera rumahtangga, akan tetapi memberikan ketahanan dan ikatan yang semakin kuat dalam diri para penumpang bahtera. Ketika mereka mampu bertahan dari badai tersebut, ketenangan pun bisa dirasakan.

Maka, ada sederhana rumus untuk mempertahankan keharmonisan dalam rumahtangga:

“Kalau punya persoalan di rumah, bersegeralah untuk mencari lawannya. Saat pasangan cemberut, cepatlah tersenyum. Saat pasangan marah-marah, tahan diri agar tetap tenang. Saat pasangan mengomel, diamlah. Jangan lawan pasangan dengan hal yang sama. Ingatlah, batu dilawan dengan batu akan pecah. Agar tidak pecah, lawanlah batu dengan busa.”

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Berhati-hatilah dengan Kata “Seandainya”

Sahabat TASQ,

Jangan banyak berandai-andai dan menyesali apa yang telah terjadi. Jauhkan kata “seandainya” dalam kamus kehidupan kita. Karena, hal itu tidak membawa apa-apa selain sakitnya penyesalan sekaligus membuka celah bagi setan untuk menghancurkan kita.

Maka, Rasulullah saw. menasihatkan, “Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan, ‘Seandainya tadi aku melakukan begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu’.

Namun katakanlah, ‘Qadarullâh wa mâ syâ-a fa’ala. Ini sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan ditunaikan-Nya’. Karena sesungguhnya, ungkapan kata ‘lau’ (seandainya) akan membuka jalan bagi godaan setan.” (HR Muslim, No. 4816)

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Mengajari Anak Adab Berbagi kepada Tetangga

Sahabat RSQ,

Ajari anak-anak kita untuk senang berbagi dengan tetangga. Salah satu caranya meminta mereka untuk mengantarkan makanan, minuman, atau oleh-oleh kepada tetangga.

Ajari pula mereka adab-abad bertamu, mulai dari cara memberi salam, apa yang harus dikatakan, termasuk pula cara mengetuk dan berdiri di depan pintu.

Dari satu momen ini saja, orangtua bisa mengajarkan banyak hal kepada anaknya. Dua yang paling utama adalah mengajarkan kebiasaan berbagi dengan tetangga dan adab bertam

Bagikan tulisan ini jika bermanfaat,

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Siapkan Nama Terbaikmu!

Sahabat TASQ,

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada seorang pun yang melakukan dosa, lalu dia berdiri kemudian bersuci dan menunaikan shalat, setelah itu memohon ampunan kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya. (Beliau kemudian membaca surat Ali Imran, 3:135) (HR At-Tirmidzi dari Abu Bakar Ash-Shiddiq)

Terkait hadits ini, Dr. Khalid Al-Musyaiqih mengatakan bahwa di antara sunnah yang banyak dilupakan orang adalah melaksanakan shalat Tobat ketika melakukan suatu dosa. Sesungguhnya, siapa yang berbuat dosa, para ulama sepakat bahwa disyariatkan baginya untuk mengerjakan shalat Tobat. Hadits dari Abu Bakar ra. menunjukkan jelasnya masalah ini.”

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Talak Tiga, Apakah Tiga Kali Talak Sekaligus?

Sahabat RSQ,

Pernahkah Anda mendengar istilah talak tiga? Pasti pernah! Namun demikian, ada hal yang harus diluruskan terkait aspek pemaknaannya. Talak tiga maksudnya adalah talak sebanyak tiga kali dengan proses. Talak tiga bukan tiga kali talak sekaligus.

Misalkan, ada seorang suami yang saking marahnya kepada istri, dia mengatakan, “Kamu, saya talak tiga!” Walaupun dikatakan talak tiga, hukumnya tetap saja satu talak.

Talak pertama dan kedua disebut talak raj’i (raj’i berasal dari kata ruju’ yang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi rujuk), yaitu talak yang membuka kesempatan untuk rujuk. Artinya, suami boleh rujuk selama istri berada dalam masa iddah.

Talak kedua dinamakan ba’in shugra, yaitu talak yang tidak bisa ditujuk. Ketika suami istri yang berpisah ingin bersatu kembali, keduanya harus melangsungkan akad nikah baru.

Talak ketiga dinamakan ba’in kubra, yaitu talak yang terjadi untuk ketiga kalinya. Talak jenis ini tidak dapat dirujuk atau dinikahkan kembali, kecuali apabila pernikahan itu dlakukan setelah mantan istri pernah menikah lagi dengan orang lain.

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Rahasia di Balik Ujian Hidup

Sahabat TASQ,

Jika amal ibadah tidak bisa menyampaikan seorang hamba pada derajat tinggi di sisi Allah. Maka, dengan kemahasempurnaan ilmu-Nya, Dia telah siapkan ujian hidup baginya sehingga sang hamba bisa sampai pada kedudukan mulia tersebut.

Hal ini sebagaimana dikatakan Al-Hafizh Ibnu Hajar, “Allah telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman kedudukan di negeri kemuliaan yang tidak bisa dicapai oleh amal-amal mereka. Maka, Dia pun menetapkan sebab-sebab berupa ujian dan cobaan agar mereka bisa mencapai kedudukan tersebut.” (Fathul Bâri, 7:433)

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran,

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Pentingnya Mendapatkan Ridha Istri

Sahabat RSQ,

Bukan hanya istri yang butuh ridha suami. Suami pun butuh ridha istri. Sebab, ridha suami kepada istri adalah kewajiban syar’i. Tapi, ridha istri bagi suami adalah kewajiban pengasuhan.

Apa maksudnya? Suami yang tidak mendapatkan ridha istri sangat rentan buruk di mata anak. Sebab, anak akan merasa kalau ayahnya adalah ayah yang jahat, ayah yang cuek, ayah yang tidak perhatian. Karena istri yang tanpa sadar meluapkan emosi negatifnya kepada anak gara-gara tidak ridha terhadap perilaku suaminya.

Maka, jangan remehkan para suami. Jangan sampai istri merasa tersakiti. Carilah ridhanya dengan menyenangkan hatinya, bukan karena ini kewajiban syar’i. Akan tetapi ini adalah kewajiban untuk membuat kita baik di mata anak. Selamat mencari ridha istri (Ustadz Bendri Jaisyurrahman).

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.