Mari Berbagi Pada Hari Tasu’a dan Asyura

Lengkapi momen ibadah keluarga pada tanggal 9-10 Al-Muharram: shalat berjamaah, sahur, shaum (Tasu’a dan Asyura), buka shaum bersama dengan berbagi kepada sesama.

Kalau ada rezeki berlebih, ajak anak belanja makanan untuk berbuka: memasaknya, mengemasnya dan membagikannya kepada saudara, tetangga, terkhusus lagi kepada orang-orang yang berpuasa.

Sesungguhnya, ada banyak kebaikan di dalamnya, ada kebiasaan terpuji yang bisa dibudayakan, dan tentu saja ada limpahan pahala yang didapatkan. Rasulullah saw. bersabda:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Boleh Jadi Rezeki Kita Hadir Karena Orang-Orang di Sekitar Kita

Jangan merasa hebat manakala kita mendapati kemudahan dalam mendapatkan rezeki. Sejatinya, semua itu bukan karena kemampuan, kecerdasan, dan keterampilan kita dalam membuka pintu-pintu rezeki.

Semua terjadi karena Allah Ta’ala menghendaki hal itu untuk kita karena ada sebab-sebab lain. Boleh jadi karena doa orangtua kita, pasangan dan anak-anak kita, doa orang-orang lemah yang kita bantu, doa orang lapar yang kita beri makan, doa orang susah yang kita pinjami uang, atau karena kita senang memudahkan urusan para penuntut ilmu, dan lainnya.

Rasulullah saw. bersabda, “Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya, kalian diberi rezeki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian.” (HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya)

Dua Ibadah Andalan di Bulan Muharram

Tiada cara terbaik untuk mensyukuri hadirnya kita di bulan Muharram kecuali mengisinya dengan amal-amal yang dicintai Allah dan rasul-Nya. Apakah itu? Setidaknya ada dua amalan yang layak untuk kita dawamkan dan kita tingkatkan kualitas dan kuantitasnya, yaitu shaum dan shalat malam.

Sesungguhnya, Rasulullah saw. bersabda, “Shaum yang paling utama setelah (shaum) pada bulan Ramadhan adalah (shaum di) bulan Allah (syahrullâh), yang kalian biasa menyebutnya Al-Muharram. Adapun shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah (shalat) malam.” (HR Muslim, No. 1163 dari Abu Hurairah)

Parameter Bermaslah Tidaknya Hati Kita

Ingin tahu bermasalah tidaknya hati kita? Ingin tahu berpenyakit tidaknya qalbu kita? Ingin tahu kotor tidaknya sanubari kita? Jadikan bacaan Al-Quran sebagai ukuran.

Hati tengah bermasalah manakala tangan terasa kaku untuk membuka mushaf. Lisan seakan kelu untuk membaca Al-Quran. Tubuh pun amat malas saat diajak duduk bertilawah.

Ada satu nasihat dari Utsman bin Affan ra. yang bisa kita jadikan pegangan.

Dia berkata, “Seandainya hati kita bersih, niscaya kita tidak akan puas membaca Kalamullah (Al-Quran).” (Ighatsatul Lahfan, 1/64)

Janji Allah Versus Bisikan Setan

Menurut Imam Hasan Al-Bashri, tidak kurang dari 90 ayat dalam Al-Quran yang menegaskan bahwa Allah Ta’ala telah menetapkan kadar rezeki, jaminan bagi hamba-Nya, dan balasan terbaik bagi orang yang berinfak. Dan, hanya pada satu ayat, Allah menyebutkan “ancaman” setan bagi orang yang berinfaq.

Ayat tersebut adalah Al-Baqarah ayat 268. Allah Ta’ala berfirman, “Setan menjanjikan (menakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia …”

Maka, manakah yang kita perturutkan, bisikan setan agar kita menahan diri dari berinfaq ataukah mengejar janji Allah yang pasti dengan banyak berinfaq?.

Ada Pahala Melimpah dalam Nafkah

Jangan sepelekan pemberian kepada keluarga, walau hanya sesuap nasi, seteguk air minum, sekerat roti, atau sepotong kurma dari harta yang halal. Sesungguhnya, itu termasuk sebaik-baik pemberian. Sederhana kelihatannya, padahal besar pahalanya.

Cukuplah sabda Rasulullah saw. sebagai pengingat diri, “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka yang terbesar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” (HR Muslim, No. 995)

Tasq 11 Agustus

Amal dalam Kesendirian

Sahabat TasQ, Jangan sepelekan keadaan saat sepi sendiri. Apa yang dilakukan saat itu bisa menjadi indikator baik tidaknya keimanan seorang hamba. Apakah bisikan malaikat yang dominan di dalam hatinya ataukah bisikan setan yang kuat berakar dalam qalbunya.

Jika setan yang lebih dominan, dia akan menjadikan kesendiriannya sebagai ajang bermaksiat kepadanya.

Maka, ada satu nasihat dari Samurah bin Jundub ra. Dia berkata, “Siapa ingin mengetahui posisi (pengaruh) setan pada dirinya, hendaknya dia memperhatikan amal-amal yang dia lakukan saat sendirian.” (Az-Zuhd Li Ibnil Mubarak)

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran,

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.