Bahayanya Seorang Ulama Berbuat Dosa

Sahabat TASQ,

Berbuat maksiat itu buruk. Namun, menjadi lebih buruk apabila yang melakukannya adalah seorang ulama, orang berilmu, atau mereka yang menjadi ikutan lagi dimuliakan. Dan, yang lebih bahaya lagi apabila perbuatan dosa tersebut diketahui oleh orang banyak.

Ibnu Abbas ra. berkata, “Alangkah celakanya seorang ulama ketika dia tergelincir ke dalam perbuatan maksiat, lalu dia kembali darinya (bertobat dari dosa tersebut), tetapi kemudian manusia mengikuti perbuatan dosa yang pernah dilakukannya itu …”

Sejumlah ulama mengatakan pula, “Perumpamaan seorang ulama yang tergelincir ke dalam perbuatan dosa bagaikan pecahnya kapal di lautan, dia tenggelam dan para penumpangnya pun ikut tenggelam.”

Hadiah Terindah Seorang Anak kepada Orangtuanya

Sahabat RSQ,

Tidak setiap kita bisa memberikan harta pada orangtua. Tidak setiap kita bisa mengumrahkan mereka, membuatkan rumah untuk mereka, membelikan hewan kurban untuk mereka. Atau setidaknya, membelikan makanan kesukaan mereka!

Namun, setiap kita bisa mendoakan mereka, terkhusus di sepertiga malam terakhir. Dan ketahuilah, inilah hadiah terindah dari seorang anak untuk ayah bundanya.

Asy-Syaikh Muhammad Al-Utsaimin mengatakan, “Doamu untuk (kedua) orangtuamu pada shalat Tarawih atau Tahajud jauh lebih afdhal dibandingkan engkau menyembelih 10 ekor unta untuknya (disedekahkan atas namanya).” (Liqa’ Babil Maftuh, No. 115)

70.000 Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Sahabat TASQ,

Masuk surga tanpa hisab! Inilah impian semua orang beriman. Namun, tidak setiap orang akan mendapatkannya. Hanya orang-orang terpilih saja yang berhak atas keutamaan tersebut. Siapakah mereka?

Satu ketika, Rasulullah saw. menyebut 70.000 yang akan masuk surga tanpa hisab. Beliau lalu menyebutkan ciri khas mereka, “(Mereka adalah) orang-orang yang tidak pesimis, tidak membanggakan diri, tidak meminta-minta kepada orang lain dan mereka adalah orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan mereka.”

Lalu, seorang sahabat yang bernama Ukasyah bin Mihshan berdiri dan bertanya, “Apakah aku termasuk golongan mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Iya.”

Kemudian seseorang bertanya, “Apakah aku termasuk mereka (dalam riwayat lain: Doakanlah aku agar termasuk mereka)?” Beliau menjawab, “Engkau telah didahului oleh Ukasyah.” (HR Al-Bukhari)

Merawat Keutuhan Cinta dengan Saling Berbagi Hadiah

Sahabat RSQ,

Tiada yang paling layak untuk diberi hadiah selain pasangan sendiri. Selain bernilai ibadah, hadiah yang diberikan, apalagi jika disertai kata-kata manis dan senyuman tulus, akan mampu mengokohkan dan menguatkan jalinan cinta kasih.

Karena nilai keutamaannya, jangankan memberikan hadiah yang biasa, memberikan sebagian dari mas kawin pun diperbolehkan.

“… Jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (QS An-Nisâ’, 4:4)

Agar Hidup Penuh Syukur

TASQ,

Tidak mengapa sesekali kita melihat orang yang lebih kaya, lebih sukses bisnisnya, lebih bagus kariernya, atau lebih baik keadaan duniawinya. Apabila proporsional melakukannya, in syâ Allah ada kebaikan yang bisa kita dapatkan.

Namun, kalau terlalu sering melihat mereka, apalagi sampai membanding-bandingkannya dengan keadaan kita, kemudian menjadikan dunia sebagai obsesi tertinggi, itulah yang berbahaya.

Maka, hal paling aman adalah banyak melihat orang yang kondisinya adalah di bawah kita, yang lebih susah, lebih berat hidupnya dan lebih lekat dengan penderitaan. Dengan cara ini, hati kita akan lebih hidup dan lembut.

Rasulullah saw. bersabda, “Jika seseorang melihat orang yang lebih kaya dan lebih baik penampilannya daripada dirinya, lihatlah orang yang lebih rendah darinya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Bentengi Anak dengan Bacaan Al-Quran

Sahabat RSQ,

Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nâs adalah tiga surat pendek yang dahsyat fadilahnya. Siapa membacanya dengan sepenuh kesungguhan dan keyakinan, dia bisa menjadi perisai bagi seorang hamba dari aneka malapetaka, termasuk dari godaan setan.

Itulah mengapa, Rasulullah saw. memerintahkan kita untuk membacanya menjelang tidur, meniupkannya pada kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh bagian tubuh sebanyak tiga kali (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Maka, untuk melindungi anak kita dari gangguan setan atau makhluk lainnya, sebelum dia tidur atau setelah dia tidur, bacakan untuknya Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain (dua surat perlindungan, yaitu Al-Falaq dan An-Nâs), tiupkan ke tangan lalu usapkan ke seluruh tubuhnya.

Amat sempurna pula apabila kita melakukannya sambil terus mendoakan kebaikan kepadanya. In syâ Allah, Zat Yang Mahakuasa akan mengabulkan doa-doa kita untuk mereka.

Perlama Rukuk dan Sujud Lalu, Rasakan Efeknya!

Sahabat TASQ,

Setiap saat kita melakukan dosa dan aneka maksiat, entah disadari atau tidak, namun setiap saat pula Allah Azza wa Jalla membukakan pintu-pintu pengampunan bagi segenap hamba-Nya. Bahkan, ada saat-saat istimewa sepanjang 24 jam yang bisa kita optimalkan untuk mengikis timbunan dosa yang memberatkan punggung dan menyesakkan dada.

Kapankah itu? Ketika ruku dan sujud!

Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk shalat, semua dosanya didatangkan dan diletakkan di atas pundaknya. Maka, setiap kali dia ruku dan sujud, dosa-dosa itu pun pada berjatuhan.” (Silsilah Ash-Shahihah, No. 1398)