Tips Menjaga Keutuhan Rumahtangga

Sahabat RSQ,

Menyayangi istri itu besar pahalanya. Karena pahalanya besar, setan pun terus mencari cara untuk membisikan “rasa bosan” ke dalam diri seorang suami terhadap istrinya.

Pada saat bersamaan, dia bisikan pula rasa penasaran dan rasa senang kepada wanita lain. Karena bosan, sikap suami pun kepada istrinya menjadi asal-asalan. Sebaliknya, karena senang, suami menjadi caper (cari perhatian), tebar pesona, sikapnya kepada wanita lain menjadi penuh acting!

Bagaimana solusinya?

Jaga pandangan. Jaga pergaulan. Syukuri anugerah Allah dalam wujud pasangan. Hidupkan terus ingatan akan kebaikan dan jasa-jasanya. Ingatlah janji yang pernah diucapkan saat menikah.

Ingatlah akan besarnya pahala dari Allah bagi seorang suami yang memuliakan istrinya. Bayangkan pula betapa besarnya kerugian yang akan didapat seorang suami apabila sampai menyakitinya istrinya.

Kemudian, jadikanlah ayat ini sebagai sumbu motivasi untuk menuju surga yang diidamkan bersama pasangan:

“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.” (QS Yâsîn, 36:55-56)

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Perbanyak Zikir dan Ngaji, Lalu Lihatlah Apa yang Terjadi!

Caption TASQ 16 Jan

Zikir adalah faktor yang sangat menentukan bertambah atau berkurangnya keimanan diri. Saat seorang hamba menambah dosis zikirnya, akan bertambahlah keimanannya. Namun, saat dia mengurangi dosisnya, apalagi sampai meninggalkannya, akan berkurang pula kadar keimanannya.

Maka, Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata, “Siapa menambah zikirnya kepada Allah dan bacaannya terhadap kitabullah (Al-Quran), niscaya akan bertambahlah imannya. Namun, siapa meninggalkan zikir dengan lisannya, berkuranglah imannya.” (Ibnu Hajar Al-Atsqalani, Fathul Bâri bi Syarhi Shahih Al-Bukhari)

Boleh jadi, pada tahap awal, zikir kita baru sekadar di lisan saja. Namun, apabila rutin dilakukan, lambat laun zikir lisan pun akan disertai dengan hadirnya hati. Adapun zikir walau hanya baru di lisan jauh lebih baik daripada berdiam diri atau melakukan perbuatan dosa.

Ada seorang murid bertanya kepada Syaikh Abu Utsman Al-Maghribi, “Wahai Syaikh, lisanku tergerak untuk berzikir dan membaca Al-Quran, sedangkan hatiku senantiasa lalai.”

Abu Utsman pun berkata, “Bersyukurlah kepada Allah karena engkau telah menggunakan anggota tubuhmu untuk kebaikan dan membiasakan diri untuk berzikir. Sungguh, engkau tidak menggunakannya untuk keburukan dan perkataan yang sia-sia.” (Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, At-Taubat Ila Allâh)

Agar Anak Punya Adab Terhadap Al-Quran

Sahabat RSQ,

Sangat penting mengajari anak untuk membaca dan menghapal Al-Quran. Namun, ada yang tidak kalah penting, yaitu mengenalkan adab-adab terhadap Al-Quran.

Jangan sampai anak-anak kita lancar ngajinya dan banyak hapalannya, akan tetapi mereka kurang ada terhadap Al-Quran. Akhirnya, mereka memperlakukan mushaf layaknya buku-buku lainnya. Mereka meletakkannya disembarang tempat, menumpuknya, atau mengambilnya dengan kurang hormat.

Sejatinya, para ulama telah mengajarkan adab-adab terbaik terhadap Al-Quran, mulai dari cara mengambilnya, membacanya, menyimpan atau menempatkannya.

Imam Al-Baihaqi mengatakan, “Jangan meletakkan kitab lain, atau pakaian, atau apapun di atas mushaf. Kecuali, jika ada dua mushaf, boleh diletakkan dengan cara ditumpuk.” (Syu’abul Iman, 3:329)

Imam Al-Hakim dan At-Tirmidzi mengatakan pula, “Bagian dari kehormatan mushaf, ketika dia diletakkan, jangan dibiarkan berserakan. Dan, jangan meletakkan kitab apapun di atasnya, sehingga mushaf Al-Quran selalu berada di atas semua kitab.” (Nawadir Al-Ushul, 3:254)

Bagikan tulisan ini jika bermanfaat,

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Di Antara Sunnah Rasulullah SAW Membantu Pekerjaan Istri di Rumah

Sahabat RSQ,

Pada waktu-waktu tertentu, wanita diberi aneka rukhshah (keringanan) oleh Allah Azza wa Jalla, semisal keringan untuk tidak shalat, shaum dan ibadah ritual lainnya. Ini terjadi karena kelemahan yang ada padanya baik menyangkut fisik maupun jiwa.

Jika Allah saja sudah memberikan keringanan, bagaimana mungkin seorang suami rela memberikan beban berat kepada istrinya, atau seorang ayah kepada anak perempuannya, yang dengan beban tersebut hidup mereka diliputi kesusahan?

Yang ada, justru seorang suami harus menyerai istrinya pada masa-masa tersebut, membantu meringankan pekerjaannya, dan tidak membebaninya dengan sesuatu yang sulit untuk ditunaikannya.

Cukuplah Nabi Muhammad saw. sebagai teladan. ‘Aisyah ra. mengatakan, “Rasulullah saw. biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR Al-Bukhari, No. 6039)

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Sembuhkan Penyakit dengan Al-Quran

Sahabat TASQ,

Tiada bacaan terbaik selain Al-Quran. Setiap huruf dan rangkaian katanya mengandung keberkahan dan pahala. Dengan membacanya, pahala dilipatgandakan, hati dibersihkan, akal dicerahkan, jiwa pun ditenangkan.

Dengan Al-Quran pula, aneka keburukan bisa dihilangkan. “… (Dialah) penyembuh penyakit yang tiada berefek dan obat penuntas segala derita. Maka, sembuhkanlah aneka penyakit dalam diri kalian dengan Al-Quran, mintalah bantuannya untuk segala masalah yang kalian hadapi.

Sesungguhnya, dalam Al-Quran, terdapat obat untuk penyakit paling sulit, yaitu kekafiran, kemunafikan, kezaliman, dan kesesatan.” (Ali bin Abi Thalib, Nahjul Balaghah)

#INFORMASIa TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Jangan Pisahkan Dia Dari Keluarganya

Sahabat RSQ,

Ada dua hal berharga dalam kehidupan seorang wanita, yaitu suami beserta anak-anaknya dan keluarganya (ayah dan ibunya). Wanita akan bersedih apabila kehilangan salah satunya.

Maka, lelaki terbaik adalah dia yang setia kepada istrinya dan selalu siap membahgaiakannya. Dan, dia memberi keleluasan bagi istrinya untuk berbakti kepada orangtuanya.

Karena wanita ingin mendapatkan suaminya dan tidak kehilangan keluarganya, terlarang bagi seorang suami untuk membuat timbangan antara dia dengan keluarganya, “Pilih aku atau keluargamu”.

Apapun yang dipilihnya, entah dia memilih suaminya atau keluarganya, hatinya akan senantiasa bersedih. Mengapa? Karena dia telah kehilangan satu dari dua yang paling berharga dalam hidupnya. Bahkan, apabila tidak segera diobati, kesedihan ini akan melahirkan depresi atau kebencian mendalam kepada suaminya.

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bersabarlah Tapi Harus di Jalan Allah!

Sahabat TASQ,

Tiada pahala atas satu amalan yang tiada batasnya selain bersabar. Terungkap dalam Al-Quran, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az-Zumar, 39:10).

Namun, semuanya akan sia-sia (tak berpahala sedikit pun) apabila kesabaran kita bukan dalam ketaatan kepada Allah. “Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah.” (QS Al-Muddatstsir, 74:7)

#INFORMASIa TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.